yang diisi larik kata demi kata
Kemanakah harus kucari larik sajak yang hilang
Ketika peraduanku yg hangat bukan tempatku bersinggah
Hanya lelah dan malam ini
yang kian membisu di hadapku
larik dan malam,
sepi dan bisu
lelah dan lelah
Disini gue hanya ingin berbagi hasil kreasi gue. Dengan maksud sebagai hiburan atau lebih bagus lg bila bisa menjadi inspirasi... Yang mau baca dipersilakan yang mau sekedar berkomentar juga silakan... Jika punya kritik dan saran untuk karya"nya, komen aja yaa. Selamat menikmati~ Ingat! Pembaca yg baik adalah pembaca yg meninggalkan jejak :D
Seperti derap langkah,
yang cepat yang lambat
yang halus yang tegas
yang berlari yang berjalan
yang ringan yang berat
yang laki-laki yang perempuan
Berderap, silih berganti
namun tak pernah diam
Begitulah manusia datang dan pergi
Menyapa, silih berganti
Namun tak pernah diam
Tidak perlu ditanya mengapa,
karena bukan jawab yg diperlu
Seperti derap langkah,
yang tak pernah diam
Seperti itulah manusia hidup
Seperti derap langkah,
yang indah kan teringat
Seperti itulah manusia hidup
Seperti derap langkah,
yang hanya sepintas
Seperti itulah manusia hidup
it feels like,
I build up the wall, the big wall
then you just run and broke it all
you stay and make a flower in my garden, and i dont have any power to make you quit because you made a beautiful garden
I want you to take care my garden forever, but i don't have any idea how to make you stay without ruin anything.
Because I know, I can't close that wall with you in it. and you dont even ask me to close it. you stay in there, and you can leave anytime you want. its not hurt me. im happy, but i dont understand, how long can i stand in this situation.
i dont wanna ruin anything. if i close the wall, will you stay in there or just broke it again and quit?
if i let it open, how long can you stay before you leave it?
i just need consistency.
Apakah kita menatap langit yang sama?
Melukis bintang yang sama?
Apakah jantung kita berdetak pada irama yang sama?
Apakah hati kita memiliki rasa yang sama?
Kurasa tidak, sayang...
Di penghujung hari ini,
aku bicara pada angin
rupanya ia sedang menikmati malam.
Dan malam sedang menikmati waktunya,
di penghujung tahun bersama bulan.
Dan aku?
yah, kusesap saja secangkir teh hangat ini sendiri.