Jumat, 18 Maret 2016

Teruntuk, hati yang lelah

pernahkah lo merasa,
selalu salah
tidak berguna
tidak diinginkan
tidak terlihat?
saat dimana lo merasa, apapun yg lo lakukan ga pernah bener. yg lo katakan selalu bercela. orang2 di sekitar ga butuh lo. mereka baik2 aja tanpa lo.

mungkin disaat itu lo lupa kalo,
bokap nyokap lo masih kerja buat lo bisa makan
lo lupa kalo lo pernah nyemangatin orang dan dia tersenyum
lo gatau berapa orang yg senyum ngeliat lo pagi ini
lo lupa berapa orang yg pernah curhat sama lo
lo lupa gimana ketawa lo bisa nular ke temen2 lo
lo gatau apa jadinya mereka tanpa lo.
tanpa lo, yg sekarang ini lagi nunduk
nangisin keadaan diri lo sendiri
dan gatau kalo di suatu tempat sana ada yg doain kebahagian lo
lo yg sekarang ini lupa, di sana ada yg cukup bahagia hanya dengan ngomong sama lo
lo yg ga sadar kalo lo masih bernapas dan dikasih kesempatan sama Tuhan

mungkin lo ga berdiri di podium dan bikin pidato fantastis yg bikin orang nurut semua perkataan lo
mungkin lo ga sekolah di oxford dan menemukan alat canggih yg bikin nama lo ditulis di koran2
mungkin lo ga ke singapur lalu pulang bawa medali emas dan dielu-elukan di negara lo
mungkin lo ga menghasilkan beribu2 dollar dalam usia 20an dan masuk koran Times
mungkin lo ga sekece temen2 lo yg tiap minggu nongkrong di cafe dan update di path
mungkin lo ga secerdas kawan lo yg juara olim dimana2 dan semua guru selalu mengelu-elukan dia.

tapi bukan berarti lo ga berguna.
bukan berarti lo ga diinginkan.
bukan berarti lo ga diliat.
bukan berarti lo selalu salah.

lo cuma lupa, kalo lo adalah lo.
bukan dia dia semua yg gw sebutin diatas, ataupun dia yg sekarang tiba2 muncul di pikiran lo. bukan.
lo adalah lo, yg berharga dengan apapun yg ada di dalem diri lo.
lo yg dengan cara2 ajaib, yg cuma lo sendiri yg bisa utk menjalankan hidup
lo yg menyentuh orang lain tanpa lo sadari.
lo cuma gatau aja.
lo boleh bilang tulisan ini bullshit.
tapi lo boleh coba satu hal ini,
chat siapapun yg pertama kali muncul di pikiran lo saat lo baca kalimat "lo lupa berapa orang yg pernah curhat sama lo"
dan tanya, "penting ga sih gw?"

dan lo akan menemukan jawaban2 menakjubkan.
lo ga akan dapet kalimat so sweet, tp lo akan dapet ketawaan atau dibilang gaje atau dimaki2 sekalian,
karena mereka gatau apa yg lg lo rasakan sekarang
karena apa yg lo rasakan itu ga real utk mereka
karena mereka ga pernah terpikir kalo lo akan ngerasain hal itu
kenapa?
karena lo udah menjadi sesuatu bagi mereka :)

dan ketika lo udah bisa ngangkat dagu lo lagi,
lo boleh bangga,
karena lo udah menang dalam pertarungan dengan lo yang dulu.
Selamat!

*maafkan post ini yg tidak memenuhi kaidah penulisan yg baik dan benar sesuai KBBI 🙇🙇

Rabu, 06 Januari 2016

Tentang Senyum yang Retak

tentang senyum yang retak
terulas di bibir tak berdaya
yang lelah didera rasa
cantiknya memudar
dengan pancaran mata lemah
hampa menatap kelok terakhir

tentang senyum yang retak
menghias di paras tak bergairah
menanti sisa-sisa harapan
yang tak kunjung bertunas
matanya syahdu
menunggu jawaban dari pertanyaan hidupnya

tentang senyum yang retak
di topeng wajah anak dara
yang tak bertemu bahagia

tentang senyum yang retak
di panggung sandiwara hidup
yang tak mampu dihela

tentang senyum yang retak
di antara sisa-sisa hari ini dan esok

dan senyum yang retak
yang masih akan terkembang
hari ini, dan esok
dan akan esok
dan esok
esok

Bekasi, 6 Januari 2016

Kamis, 17 Desember 2015

Truth or Dare?!

          "Nah,gue menang. Kalah lagi kan lo!" seru Heri dengan semangatnya.
          "Sial. Gue kayaknya gak jago banget main BINGO." jawab Gilang dengan lesu
          "Udah cepetan, truth or dare?" potong Lintang tidak sabaran.
          Permainan truth or dare atau biasa disebut 'juber' as known as jujur berani, memang permainan yang lagi naik daun di sekolah saat ini. Truth or dare sendiri lebih menuju pada hukuman, jadi apapun permainannya. Truth or dare hukumannya.
Dan yang paling menyenangkan dari truth or dare adalah siapapun bisa mengetahui rahasia apapun dan bisa menjahili siapapun.
Apalagi bagi orang-orang sejenis Heri dan Lintang yang paling iseng. Disuguhi Gilang yang sangat, pasrah.
Tapi sepasrah apapun Gilang, dia tidak pernah memilih 'truth' bila kalah dalam permainannya bersama Heri dan Lintang. Jadi merekapun semakin bergairah untuk menjahili Gilang.
Pernah suatu kali Gilang disuruh hormat tiang gawang sambil bernyanyi lagu bang toyib. Dan seperti tidak ada kapoknya Gilang tetap bermain dengan mereka.

Sabtu, 14 November 2015

Cerita Kita

Jangan kamu tanyakan
dimana cerita kita
sebab aku dan kamu
tidak meninggalkan jejak di dunia
cerita kita,
hanya untuk kita,
dalam kenangan kita

28 Dec '14

Jumat, 09 Oktober 2015

Kekinian

Hai!! Apa kabar semua? semoga baik, selalu baik, dan semakin baik. Maaf yah udah lama gw ga touch up gini....
sekarang kebanyakan nulis-nulis puisi aja sama curhat di twitter.. hehehe. Sekarang juga gw mau curhat-curhat aja nih. Berhubung udah kelas 3 SMA (weww!!~).
Temen-temen masih inget gak, waktu SD ngeliat anak SMA kayak gimana? kesannya tuh yang wah banget, ampe mikir "ntar gw nyampe SMA ga yah?" dan voila! here I am.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Pedih #Malam10

malam ini,
kusesap pedih sendiri
dalam secangkir sepi
bersama alunan simfoni perih

Senin, 28 September 2015

Jelmaan Rindu

rupanya malam ini,
rindu menjelma serupa perih
menusuk merasuk
meredam dalam kelam
merenda dalam gelap
terpetakan dirimu
bayang demi bayang
nyata demi nyata
tapi berupa asa
tak terjemput
tak terenggut

masihkah mampu kurengkuh?
bila nyataku dan nyatamu
adalah serupa jati dan kemarau
yang terhempas udara
dimakan tanah
bersanding tak direstui alam

haruskah ku berlari?
dapatkan bayangmu yang serupa menangkap senja dalam secangkir kopi
terpejam dan tersesap
terdiam dalam kekinian

rindu telah menjelma pedih
menusuk merasuk
meradang dalam kelam

Minggu, 20 September 2015

Larik Malam #Malam9

Tentang kedamaian sebuah malam,
yang diisi larik kata demi kata
Kemanakah harus kucari larik sajak yang hilang
Ketika peraduanku yg hangat bukan tempatku bersinggah
Hanya lelah dan malam ini
yang kian membisu di hadapku
larik dan malam,
sepi dan bisu
lelah dan lelah

Kamis, 28 Mei 2015

Dapatkah? #Malam8

Dapatkah aku sekedar menyandarkan kepala di pundakmu?
Seperti burung kecil yang lelah, menyerahkan diri pada peraduannya.

Sabtu, 18 April 2015

Seperti Derap Langkah

Seperti derap langkah,
yang cepat yang lambat
yang halus yang tegas
yang berlari yang berjalan
yang ringan yang berat
yang laki-laki yang perempuan
Berderap, silih berganti
namun tak pernah diam
Begitulah manusia datang dan pergi
Menyapa, silih berganti
Namun tak pernah diam

Tidak perlu ditanya mengapa,
karena bukan jawab yg diperlu

Seperti derap langkah,
yang tak pernah diam
Seperti itulah manusia hidup

Seperti derap langkah,
yang indah kan teringat
Seperti itulah manusia hidup

Seperti derap langkah,
yang hanya sepintas
Seperti itulah manusia hidup

Minggu, 25 Januari 2015

...

it feels like,
I build up the wall, the big wall
then you just run and broke it all
you stay and make a flower in my garden, and i dont have any power to make you quit because you made a beautiful garden
I want you to take care my garden forever, but i don't have any idea how to make you stay without ruin anything.
Because I know, I can't close that wall with you in it. and you dont even ask me to close it. you stay in there, and you can leave anytime you want. its not hurt me. im happy, but i dont understand, how long can i stand in this situation.
i dont wanna ruin anything. if i close the wall, will you stay in there or just broke it again and quit?
if i let it open, how long can you stay before you leave it?
i just need consistency.

Kamis, 01 Januari 2015

Apakah? #malam7

Apakah kita menatap langit yang sama?
Melukis bintang yang sama?
Apakah jantung kita berdetak pada irama yang sama?
Apakah hati kita memiliki rasa yang sama?
Kurasa tidak, sayang...

Selasa, 30 Desember 2014

Penghujung #Malam6

Di penghujung hari ini,
aku bicara pada angin
rupanya ia sedang menikmati malam.
Dan malam sedang menikmati waktunya,
di penghujung tahun bersama bulan.
Dan aku?
yah, kusesap saja secangkir teh hangat ini sendiri.

Jumat, 26 Desember 2014

KepadaMu #Malam5

aku biarkan Tuhan bicara dalam hening ini
ketika hati yang terkulai ini menanyakan muaranya
aku biarkan Tuhan bicara malam ini
ketika air mata perlahan luruh
aku biarkan nuraniku mendengar, dalam keheningan ini
abaikan ego dan pikirku
aku biarkan nuraniku mendengar, malam ini
lumpuhkan gundah gelisah
Aku terkulai dalam kelemahanku sendiri
dihadapan Engkau yang sungguh besar.
Apa Tuhan yang ingin Engkau perdengarkan?
biarkan aku memahami jalanMu
ketika aku berlutut di hadapanMu,
biarkan aku memahami kehendakMu.
semua yang Engkau berikan,
biarkan aku memahaminya, Tuhan...
Ijinkan aku berkeluh kesah, Tuhan
dalam doaku malam ini.
Ijinkan aku menangis, Tuhan
dalam tidurku malam ini.

Senin, 24 November 2014

Tidur #malam4

aku ingin tidur di pelukan hujan
pun dinginnya membelai tulang
namun rintiknya redakan gundah

Jumat, 21 November 2014

Siapa? #malam3

Siapa yang paling tegar berdiri?
Yang paling gagah berani?
Dia yang melangkah mengambil hati?
Atau yang terdiam melihat belahan hatinya di sisi rusuk lain?

Kamis, 20 November 2014

Luput #malam2

Satu hal yang luput
dari kenyataan indah,
selalu ada yang tersenyum patah
berdiri diambang ketegaran
dan pengharapan yang mulai sia-sia
terseok tersebab oleh perasaan

Minggu, 16 November 2014

Biarkan #malam1

Biarkan,
kenangan tentangmu yang terpatri di otakku
Sebab jiwamu yang tetap tak terengkuh
pun ragamu tak tersentuh
Biarkan,
aku miliki kamu meski hanya dalam anganku.
-16 Nov '14-

Senin, 10 November 2014

Haruskah?

Bila lantunan nada dapat kehilangan syair
Dan sajak kehilangan rima
Bila bintang tak selalu bersanding dengan bulan
Dan pelangi tak datang sehabis hujan
Bila ombak tak selalu memecah karang
Dan pantai tak selalu berpasir
Haruskah cinta selalu memiliki?

-10 Nov '14-

Sabtu, 18 Oktober 2014

Pencemburu

Maafkan,
Aku pencemburu ulung,
Kala yang kulihat
lengkung senyummu tercipta untuknya
Kala derai tawamu berdesir karenanya

Maafkan,
Aku pencemburu ulung,
Bila yang terlukis di bola matamu adalah wajahnya
Bila yang berjalan di sisimu, dirinya

Maafkan,
Aku hanya bisa menjadi pencemburu
dihadapanmu bersamanya
dalam diamku bersama sepi
melukiskan senyum di wajah
yang kita tahu itu palsu

Biarkan,
Aku hanya menjadi pencemburu
dalam anganku bersamamu
dalam nyataku memimpikanmu

Biarkan,
hanya pada aksara yang membisu ini
kubagi airmata dan senyum bahagiaku
untukmu,
yang bersamanya
tanpa perlu satu sel di dunia ini tahu
hatiku yang bersemi padamu