Hai. Hai. Hai.
Lagi apa nih? Tepatnya 00.50 WIB saat gw nulis ini.
Mungkin udah pada tidur. Mungkin ada yg msh surfing di dumay.
Tp ada yg lg mikir ga? Atau merenung? Meratap? Menyesali? Mensyukuri? Menikmati?
Well, nampaknya gw masuk kategori merenung-meratap-mensyukuri.
Merenungkan alur hidup. Meratapi pilihan. Mensyukuri masih bisa merenung dan meratap. Hahaa *fake laugh.
Lagi apa nih? Tepatnya 00.50 WIB saat gw nulis ini.
Mungkin udah pada tidur. Mungkin ada yg msh surfing di dumay.
Tp ada yg lg mikir ga? Atau merenung? Meratap? Menyesali? Mensyukuri? Menikmati?
Well, nampaknya gw masuk kategori merenung-meratap-mensyukuri.
Merenungkan alur hidup. Meratapi pilihan. Mensyukuri masih bisa merenung dan meratap. Hahaa *fake laugh.
To the point aja.
Gw nulis itu bisa dibilang pelarian. Pelarian dari segala macam bentuk 'fake' atau kepalsuan.
Dengan nulis gw bebas. Seni itu bebas. Dan egois.
Gw mau egois disini. Jadi jangan marah atau tersinggung.
Boleh kritik tp ga boleh marah. Boleh saran tp ga boleh berundang-undang. This is my world.
Saat tenggelam menulis, jantung gw kayak pengen meledak. Rasanya degdeg-an. Bisa sampe merinding. Entahlah, efek apa itu namanya. Tp setelah itu semua. Gw merasa kelegaan yg amat sangat merayap di seluruh tubuh gw, seluruh panca indra gw.
I live and life here.
Gw nulis itu bisa dibilang pelarian. Pelarian dari segala macam bentuk 'fake' atau kepalsuan.
Dengan nulis gw bebas. Seni itu bebas. Dan egois.
Gw mau egois disini. Jadi jangan marah atau tersinggung.
Boleh kritik tp ga boleh marah. Boleh saran tp ga boleh berundang-undang. This is my world.
Saat tenggelam menulis, jantung gw kayak pengen meledak. Rasanya degdeg-an. Bisa sampe merinding. Entahlah, efek apa itu namanya. Tp setelah itu semua. Gw merasa kelegaan yg amat sangat merayap di seluruh tubuh gw, seluruh panca indra gw.
I live and life here.
Woops, melenceng topik.
Sebenernya, gw cuma pengen berkoar aja.
Sebenernya, gw cuma pengen berkoar aja.