Maafkan,
Aku pencemburu ulung,
Kala yang kulihat
lengkung senyummu tercipta untuknya
Kala derai tawamu berdesir karenanya
Maafkan,
Aku pencemburu ulung,
Bila yang terlukis di bola matamu adalah wajahnya
Bila yang berjalan di sisimu, dirinya
Maafkan,
Aku hanya bisa menjadi pencemburu
dihadapanmu bersamanya
dalam diamku bersama sepi
melukiskan senyum di wajah
yang kita tahu itu palsu
Biarkan,
Aku hanya menjadi pencemburu
dalam anganku bersamamu
dalam nyataku memimpikanmu
Biarkan,
hanya pada aksara yang membisu ini
kubagi airmata dan senyum bahagiaku
untukmu,
yang bersamanya
tanpa perlu satu sel di dunia ini tahu
hatiku yang bersemi padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar