Tegak ku disana
Mengaharap suatu kan kembali seperti dulu
Di saat kau dan aku tak terpisah
Tawamu bagai surya pagiku,
bersinar di hari-hari mendungku
Ceriamu bagai udara malamku,
berhembus semilir di tengah pengap hariku
Kasihmu bagai telaga tak berbatas,
Mengairi gersangnya hidupku,
di dunia yang sakit ini.
Hujan yang menyepuh tanah menjadi liat,
Lembayung senja yang mengukir indah sang mega,
Dan angin yang melantunkan simfoni dedaunan,
Itulah dirimu.
Kau yang membuat hari ini berarti
Tangis dan tawa kita menyatu,
Suka dan derita kita mengalir
Bersamamu,
tak pernah ku sesalkan hariku
Bersamamu,
tak kan pernah kulupa sedetikpun
Meski waktu berlari mengejar
Meski ego kan terdepan
Meski jarak kan terbentang
Dengarlah seruanku ini,
meskipun pikiran kan meninggalkanku dan lupakanmu
Hatiku tetap hidup disini
Menyimpan serpihan kasih dan segebung kenangan tentang kita
Karena setitik kasihmu,adalah nirwana hidupku
Senin,21 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar